Kucing Burmese

Kucing

User Rating: / 6
PoorBest 
Kucing Burmese - 5.0 out of 5 based on 6 votes

Pastikan anda Like Hewan Kesayangan di Facebook untuk mendapat update cara merawat Hewan Kesayangan anda. Silahkan Login untuk merating artikel.

Kucing Burmese

Kucing Burmese

Kucing Burmese (Burma) sebagai mana namanya berasal dari Burma (Birma, saat ini bernama Myanmar) serta dikenal sebagai kucing keramat Burma sebab pada zaman dulu biasa tinggal di kuil. Kucing Burmese berbeda dengan kucing Birman, meskipun kedua ras kucing ini sama sama dari Birma. Kucing Burmese terkenal sangat tampan dan termasuk jenis yang langka. Kucing Burmese cerdas, lincah, serta penyayang. Kucing Burmese mempunyai daya tarik kuat serta sangat cocok dengan anak anak dan hewan lainnya serta juga sangat menyukai manusia.

 

 

Bentuk Tubuh Kucing Burmese

Kucing Burmese jika kita lihat dari depan, bentuk kepala bulat serta melengkung kearah tengkorak. Di UK Ras Kucing Burmese dimodifikasi sampai tidak mirip dengan Siamese dengan jarak kedua telinganya yang cukup jauh. Bila diperhatikan bentuk beberapa kepala Kucing Burmese cukup bervariasi, ukuran telinga sedang, melebar pada bagian bawah dan ujungnya lancip. Mata bulat lebar dengan garis mata bagian atas mencirikan khas oriental. Warna mata kuning keemasan dengan bayangan kuning kehijauan, warna mata emas lebih disukai. Bentuk badan berukuran sedang tetapi berat. Garis pungung rata, dada melengkung serta memperlihatkan perototan yang cukup baik. Bentuk kaki proposional dengan ukuran badan, ekor lurus dan juga panjangnya sedang dan bagian pangkal tidak terlalu besar. Bulunya pendek, halus serta mengkilap dengan tekstur layaknya satin.

 

Sejarah Kucing Burmese

Kucing Burmese mulai berkembang dan dikenalkan pada awal tahun 1930an oleh Dr. Joseph Thompson dari San Francisco yang membawa seekor kucing betina berwarna coklat tua dari Burma. Tanpa adanya kucing jantan dari Ras yang sama, maka kucing tersebut di kawin silangkan dengan seekor kucing ras Siamese berwarna sealpoint dari Thailand. Kucing tersebut melahirkan anak kucing betina dan jantan, dari merekalah berkembang suatu Ras kucing baru yang di namai Ras Kucing Burmese. Pada tahun 1936 CFA (Cat Fancier's Association) telah mengakui ras kucing Burmese tersebut.

 

Pada perkembangan selanjutnya, terjadi pola perkembang biakan yang salah pada ras Kucing Burmese. Pada saat itu bukannya menjaga kemurnian kucing burmese namun malah berusaha meningkatkan populasinya dengan mengawinkan dengan kucing Siamese. Akibatnya CFA mencabut pengakuannya pada ras kucing Burmese pada 8 Mei 1947. Walau begitu Federasi/Asosiasi/Klub kucing lainnya di Amerika tetap mengakui ras kucing Burmese. GCCF (Governing Council of the Cat Fancy) di Inggris mengakui ras kucing Burmese dengan nama British Burmese pada tahun 1952. CFA baru mengakui kembali ras kucing Burmese pada tahun 1954. United Burmese Cat Fanciers (UBCF) menetapkan standard tunggal yang kemudian digunakan oleh seluruh asosiasi/federasi/klub kucing di Amerika saat itu pada tahun 1958.

 

Pada perkembangan selanjutnya terdapat tiga penamaan ras Burmese, yaitu American Burmese, British Burmese atau European Burmese, dan ras kucing Burmese itu sendiri. Pada umumnya perbedaan penamaan ras tersebut berdasarkan pola warna bulunya. Untuk kepentingan kontes, GCCF menerima seluruh varian warna bulu, tetapi CFA hanya mengakui 4 varian warna saja yaitu sable (brown), champagne (chocolate), blue dan platinum (lilac).

 

Kucing Burmese Sebagai Binatang Peliharaan

Layaknya hewan yang sudah mengalami domestikasi (penjinakan), kucing burmese hidup dalam hubungan mutualistik dengan manusia. Tapi sejarah mutualisme ini jauh lebih pendek dibandingkan dengan hewan domestikasi yang lain dan tingkat domestikasi kucing burmese juga masih diperdebatkan. Karena keuntungan yang diperoleh dari adanya kucing burmese, maka manusia membiarkan kucing liar berkeliaran di pemukiman. Nenek moyang kucing rumahan tidak terlalu dekat dengan pemiliknya, berbeda dengan hewan peliharaan lain. Sejarah inilah yang mungkin menyebabkan tidak adanya ikatan yang kuat yang dimiliki kucing peliharaan pada pemiliknya. Akibatnya, kebanyakan pemilik kucing menganggap kucing adalah hewan yang tidak terlalu peduli dan mandiri. Namun, kucing burmese dapat sangat dekat dengan pemiliknya, terutama bila ia dibesarkan sejak kecil dan sering memperoleh perhatian.

 

Kucing burmese sebagai peliharaan yang tinggal di dalam rumah mesti diberi kotak kotoran yang berisi pasir atau bahan khusus yang dijual di toko hewan kesayangan. Perlu juga disediakan tempat khusus bagi kucing burmese untuk mencakar. Hal ini penting sebab kucing burmese membutuhkan kegiatan mencakar ini untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya bisa tetap tajam dan terjaga kesehatannya. Tidak adanya tempat khusus ini akan menyebabkan kucing burmese banyak merusak perabotan.

Daftar Pustaka
  1. American Association of Feline Practitioners http://www.aafponline.org/
  2. ITIS Standard Report Page: Felis catus domestica http://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=727487
  3. http://wawashahab.blogspot.com/2012/10/kucing-burmese.html#ixzz2CgE9ofCC
  4. National Geografic http://news.nationalgeographic.com/news/2004/04/0408_040408_oldestpetcat.html
  5. Scientific American http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=the-taming-of-the-cat

Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel