Ikan Badut Amphiprion Ocellaris

ikan badut

User Rating: / 4
PoorBest 
Ikan Badut Amphiprion Ocellaris - 5.0 out of 5 based on 4 votes

Pastikan anda Like Hewan Kesayangan di Facebook untuk mendapat update cara merawat Hewan Kesayangan anda. Silahkan Login untuk merating artikel.

Ikan Badut Amphiprion Ocellaris

Ikan Badut

Ikan Badut adalah ikan dengan warna terang dengan berbagai variasi warna serta corak.  Mungkin disebabkan oleh bentuk atau corak mukanya yang lucu makanya dikenal dengan  nama Ikan Badut atau clownfish (ikan badut). Jika seseorang mendengar ikan badut, maka  dalam ingatan orang tersebut pasti terbayang kepada sesosok ikan yang di kenal dengan  nama Nemo yang tak lain bernama latin Amphiprion ocellaris. Pencitraan ikan badut ini dikenal  lewat film Nemo hingga ikan hias jenis ini di kenal dunia.

Sebetulnya ikan badut memiliki 29 jenis, salah satunya adalah ikan badut "Nemo" Amphiprion  ocellaris. Ikan ikan badut ini berpenampilan cantik dan lucu. 28 jenis ikan badut ini adalah spesies dari genus Amphiprion, sedangkan 1 jenis adalah spesies dari genus Premnas.  Premnas memiliki ciri khusus, yaitu berupa “duri” preoperkularis yang dijumpai di bawah  matanya. Semua jenis clownfish adalah famili dari Pomacentridae. Dengan demikian, jika ditelusuri mereka masih saudara dengan golongan damselfish seperti Chromis, Chrysiptera, dan Dascyllus.

ikan badut maroon premnas biaculeatus

 

Berikut Kerabat Kerabat Ikan Badut

Amphiprion chrysoptarus     Amphiprion perideraion

Amphiprion clarkii               Amphiprion polymnus

Amphiprion ephippium        Amphiprion rubrocintus

Amphiprion frenatus           Amphiprion sandraracinos

Amphiprion fuscocaudatus   Amphiprion sebae

Amphiprion latezonatus       Amphiprion thiellei

Amphiprion latifasciatus       Amphiprion tricinctus

Amphiprion akallopisos         Amphiprion mccullochi

Amphiprion akindynos          Amphiprion melanopus

Amphiprion allardi                Amphiprion nigrisep

Amphiprion bicinctus            Amphiprion ocellaris

Amphiprion chagosensi         Amphiprion omanensis

Amphiprion chrysogaster       Amphiprion percula

Amphiprion leukokranos        Premnas biaculeatus

 

Bentuk tubuh ikan badut berukuran kecil. Ukuran dari clownfish bisa mencapai ukuran 10 – 15 cm. Berwarna cerah, tubuh lebar (tinggi) serta dilengkapi dengan mulut yang kecil. Sisik ikan badut relatif besar dengan sirip dorsal yang unik. Pola warna pada clownfish sering dijadikan dasar dalam proses identifikasi mereka , disamping bentuk gigi, kepala dan bentuk tubuh. Variasi warna bisa terjadi pada spesies yang sama, khususnya berkenaan dengan lokasi penyebarannya. Sebut saja Amphiprion clarkii adalah spesies yang memiliki penyebaran paling luas, spesies ini memiliki variasi warna yang paling banyak (tergantung  pada tempat ditemukan) dibandingkan dengan spesies ikan badut lainnya.

Ikan badut adalah ikan yang memiliki daerah penyebaran yang relatif luas, berkisar di daerah seputar Indo Pasific. Bahkan salah satu jenisnya yaitu A. bicinctus adalah endemik Laut Merah. Amphiprion, ikan badut pada umumnya dapat ditemui pada laguna-laguna berbatu di  sekitar terumbu karang atau pada daerah koastal dengan kedalaman kurang dari 50 meter dan berair jernih. Di perairan Papua New Guinea, dapat dijumpai sekurangnya 8 spesies ikan badut. Ikan badut ini memakan zooplankton, udang-udangan dan algae yang dijumpai di  habitat mereka.

Hubungan Simbiosis dengan Anemon

Ikan badut menjadi populer juga karena perilaku simbiosis dengan berbagai jenis anemon laut.  Anemon yang bagi jenis ikan lain beracun, namun untuk ikan badut adalah tempat berlindung  yang aman dan nyaman. clownfish sering ditemui bersembunyi, berselimut, berlindung dan  bercengkrama diantara tentakel tentalel anemon yang beracun. Hidup bersama antara 2 jenis mahluk yang jauh berbeda ini sering dijadikan contoh keharmonisan hidup bertetangga  Di habitatnya, keberadaan ikan badut pada anemon bisa melindunginya dari agresifitas beberapa jenis ikan seperti ikan angle atau ikan butterfly yang akan memangsa tentakelnya. Sebaliknya ikan badut memanfaatkan anemon tersebut sebagai tempat berlindung dari musuh alaminya. Tanpa perlindungan dari anemon, ikan badut hanya bisa bertahan hidup hanya dalam hitungan menit saja sebelum dimangsa oleh musuhnya. Ikan badut sering membersihkan tubuh anemon yaitu dengan memunguti remah-remah makanan atau kotoran lainnya hingga tubuh anemon dapat bebas dari beberapa jenis parasit. Sementara itu ikan badut juga sering membawakan makanan bagi anemon.

Ikan badut sesungguhnya tidak mempunyai kekebalan terhadap racun anemon seperti halnya para penghuni laut lainnya. Namun ikan badut dapat mengatasi racun dengan tekhnik yang mereka miliki, tentakel anemon sesungguhnya di lapisi dengan lendir anti sengat untuk menghindari sengatan tentakel lain secara tidak sengaja. Lendir anti sengat inilah yang di manfaatkan ikan badut guna melindungi seluruh tubuhnya dari sengatan anemon yang bisa menyebabkan kelumpuhan, dengan lendir anti sengat tentakel anemon ikan badut akan bertahan dari sengatan anemon.

Ikan badut akan menggosok gosokan seluruh tubuhnya kepada lendir anti sengat tentakel anemon ini, dalam waktu satu jam saja ikan badut sudah dapat menyelimuti seluruh tubuhnya dengan lendir anti sengat ini. Namun bila ikan badut di pisahkan kembali dengan anemon selama beberapa jam, ikan badut akan segera kehilangan kekebalannya. Untuk itu ikan badut akan kembali melumuri tubuhnya dengan lendir anti sengat anemon saat mereka bertemu atau di satukan, ini membuat mereka aman barmain bahkan tidur berselimutkan tentakel anemon. Setiap jenis dari ikan badut mempunyai penilaian tertentu saat memilih anemon tempat mereka tinggal, oleh karena itu ketika membeli ikan badut sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis-jenis anemon yang di inginkan oleh jenis ikan badut yang akan dibeli.

Ikan Badut Hidup Dengan Satu Betina Dan Banyak Jantan

Berbeda dengan mahluk hidup pada umumnya, perilaku kawin ikan badut menunjukkan sifat kebalikan dari mahluk hidup lain. Jika mahluk lain memerlukan beberapa betina untuk satu jantan, maka ikan badut justru memerlukan beberapa jantan untuk satu betina dalam suatu koloni anemon. Ikan badut juiga dapat berganti kelamin dan mempunyai hierarki sosial yang sangat ketat. Dalam satu koloni ikan badut yang hidup dalam anemon, umumnya terdiri dari satu betina dewasa yang dominan serta beberapa jantan yang berukuran lebih kecil dan beberapa ikan badut muda. Ikan ikan muda ini seluruhnya berjenis kelamin jantan.

Jika si betina hilang atau mati, maka ikan badut jantan dewasa secara biologi akan berganti kelamin  menjadi betina. Pergantian kelamin ini akan berlangsung selama 2 minggu atau lebih.  Dan jantan terbesar dan tertua yang ada dikoloni tersebut akan menjadi pasangannya.  Strategi ini ditenggarai bisa mempertahankan kelanjutan keberadaan spesies ikan  badut. Sebab si jantan yang ditinggal mati betinanya tidak usah mencari betina lain jauh-jauh. Hal ini karena di alam ikan badut tidak dapat meninggalkan anemonnya lebih dari beberapa meter saja hanya untuk sekedar mencari betina lain karena selalu di incar pemangsa.

Ikan badut bisa bertelur hingga 300 – 700 butir. Telur ini diletakan pada batu-batu  dibawah mantel anemon. Telur ini akan dijaga oleh badut jantan sampai menetas. Telur  pada umumnya akan menetas sesudah enam atau tujuh hari. Bayi ikan badut selanjutnya akan “menjadi” planton dan terbawa arus laut. Sesudah 15 hari terapung apung, makan dan tumbuh, bayi ikan badut akan berkembang menjadi badut muda dan siap-siap mencari anemon sebagai rumahnya.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel