Cara Menjinakkan Ayam Hutan

Ayam

User Rating: / 7
PoorBest 
Cara Menjinakkan Ayam Hutan - 5.0 out of 5 based on 7 votes

Pastikan anda Like Hewan Kesayangan di Facebook untuk mendapat update cara merawat Hewan Kesayangan anda. Silahkan Login untuk merating artikel.

Cara Menjinakkan Ayam Hutan

Cara Menjinakkan Ayam Hutan
Ayam hutan sesuai dengan namanya adalah ayam hasil tangkapan langsung dari hutan, ada juga yang menyebutnya ayam bekisar walau sebetulnya berbeda. Ayam bekisar merupakan keturunan dari ayam hutan merah dan ayam hutan hijau, disamping itu ada juga Ayam hutan srilangka dan Ayam hutan kelabu. Lalu jika kita mempunyai ayam hutan hasil tangkapan dari alam ini, bagaimana cara menjinakkan ayam hutan?.  Menjinakkan ayam hutan sebetulnya tidak terlalu sulit, yang mesti di perhatikan dengan seksama adalah adaptasi ayam hutan ini dengan lingkungan baru yang bisa menimbulkan stress.


Ayam hutan biasa hidup di tempat sepi jauh dari keramaian, karena itu sering kali saat ayam hutan kita bawa kerumah dan di masukan ke kandang mereka akan mengalami stress. Untuk itu kita mesti menjauhkan ayam hutan ini dari keramaian dan membuat kandang sesunyi mungkin, berikut ini cara menjinakkan ayam hutan yang bisa penghobies lakukan. Kita akan membaginya dalam tiga langkah

 

Cara Menjinakkan Ayam Hutan

Langkah pertama
1. Tempatkan ayam hutan jauh dari keramaian.
Pastikan ayam hutan di tempatkan di tempat yang jauh dari keramaian dan tempat yang jarang dilewati anggota keluarga kita. Biasanya ayam hutan akan meronta ronta atau nabrak nabrak jika melihat kita dan keluarga, bila keadaan ini di biarkan saja bisa menimbulkan kerusakan pada ayam hutan terutama pada bagian kepalanya. Kepala ayam hutan bisa botak dan bahkan mengalami kulit kepala mengelupas.

2. Tutup sangkar ayam hutan dengan kain.
Guna menghindari ayam hutan meronta ronta bila melihat kita dan anggota keluarga, sebaiknya kita tutup sangkar ayam hutan menggunakan kain hitam.Menutup sangkar akan sangat membantu sebab ayam tidak bisa melihat kita  dan anggota keluarga secara langsung, ini amat dibutuhkan guna ayam hutan bisa beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Sejalan dengan bertambahnya waktu , kain penutup dapat kita buka sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya terbuka seluruh kain penutup sangkar.

3. Berikan pakan kesukaannya di hutan.
Biasanya ayam hutan menyukai serangga seperti Jangkrik, kroto, ulat hongkong dll. Bila kita akan memberikan jangkrik bagi ayam hutan, sebaiknya kaki jangkrik mesti dihilangkan dahulu. Perhatikan pemberian porsi serangga jangan terlalu banyak atau secukupnya saja, sebab bila serangga tidak habis dimakan maka akan membusuk dan menjadi sumber penyakit. Berikan juga beras merah atau jagung dan biji bijian, sebaiknya jangan dulu memberikan pelet ayam atau pur.

4. Jangan memberi ayam minum.
Alasan kenapa jangan memberi ayam hutan minum di sebabkan pada langkah ini ayam hutan "masih serba sulit". Bila kita berikan air minum biasanya akan cepat kotor sebab ayam hutan masih bergerak liar kesana kemari, dengan kondisi kotor ini air bisa menjadi sumber penyakit. Disamping itu ada kalanya tempat minum lepas dan membuat suara gaduh, ini dapat menambah stress ayam hutan kita. Biasanya ayam hutan ini dapat bertahan tanpa minum hingga 2 bulan, asalkan kita memberinya serangga dan biji-bijian yang mengandung banyak air.

5. Semprot ayam dengan air
Kita bisa menyeprotkan air pada tubuh ayam hutan kita agar segar dan sehat. Biasanya saat disemprot ayam hutan akan ketakutan, namun ini umum terjadi.  Biasanya sesudah disemprot air ayam hutan akan nyaman, umumnya akan menghaluskan dan menata bulu bulunya.    Sesudah disemperot air sekalian bersihkan tempat pakan, berikan  pakan serangga dan beras merah.

6. Mulai buka kain sampai separuh bagian

Kain penutup sangkar mulai di buka separuh bagian dan usahakan sangkar terkena sinar matahari langsung. Ini supaya kita bisa mengetahui perkembangan ayam hutan kita, apakah tingkat keliarannya berkurang atau tidak. Kain penutup bisa di buka sesudah kurang lebih satu minggu  masa karantina. Hal yang terpenting pada langkah ini adalah bagaimana ayam hutan mau bertahan hidup.

Langkah kedua
Bila ayam hutan telah mulai beradaptasi dengan linkungan kita, keberhasilan ini ditandai dengan ayam hutan  tidak sakit dan pakan selalu habis. Setelah itu kita bisa melangkah pada langkah selanjutnya.

  1. Mulai dekatkan ayam hutan kita dengan sesama ayam hutam yang sudah jinak , akan lebih baik bila ayam hutan yang kita dekatkan usianya lebih muda. Ini untuk melatih mental ayam hutan karantina kita, umumnya pada fase ini  ayam hutan akan mengeluarkan suara pelan "kok...kok..kok... berulang ". Disini kita bisa mengetahui mental ayam hutan ini, jika kita beruntung dalam  waktu 1 sampai 2 minggu ayam hutan kita bila kita dekatkan dengan ayam hutan yang lebih muda akan agrseif ( ingin bertarung). Namun bila pada langkah ini ayam kita belum bereaksi, tenang saja sebab hal ini sudah umum terjadi. Adakalanya proses ini memakan waktu hingga  1- 2 bulan, di mana ayam baru menunjukkan mentalitasnya. Ini dikarenakan oleh tingkat Stress yang ada pada ayam hutan kita
  2. Bila tidak memiliki ayam hutan  yang lain dan sudah jinak bisa kita dekatkan dengan ayam bekisar betina atau ayam kampung. Yang mesti diperhatikan dalam memilih ayam tersebut sebaiknya: jinak, lebih muda, dan ukuran fisiknya lebih Kecil dari ayam hutan yang kita karantina.
  3. Bila didapati ayam hutan karantina kita ketakutan, segera pindahkan ayam penjinak tersebut  dan ciptakan suasana nyaman kembali pada ayam karantina kita.
  4. Langkah pendekatan ayam jinak ini dapat dilakukan secara bertahap. Artinya tidak langsung kita dekatkan, namun dapat kita perlihatkan dari jauh, dan semakin mendekat, dan akhirnya betul betul dekat.


Langkah ketiga
Bila kondisi ayam hutan karantina kita menunjukkan perkembangan mental yang baik, sesekali  bisa kita pindahkan kandang untuk kita dekatkan dengan ayam - ayam lain yang sudah jinak, bisa ayam kampung dan lebih disarankan ayam hutan betina jinak atau ayam bekisar betina

  1. Selalu bersihkan tempat pakan serta beri pakan kesukaannya, ini sangat penting untuk kenyamanan selanjutnya
  2. Bawa sangkar dalam keadaan kain tertutup rapat
  3. Dekatkan terhadap kumpulan ayam kampung, atau ayam hutan jinak kita sesudah sampai  buka separuh dulu kain penutupnya. Ini disebabkan ayam hutan akan beradaptasi lagi dengan tempat yang baru, dan biasanya ayam akan terbiasa oleh keberadaan ayam ayam kita yang sudah jinak
  4. Bila ayam tidak meronta serta tidak menunjukkan gejala ketakutan, maka penutup bisa kita buka lebih lebar lagi sampai bisa melihat ayam (kampung)jinak sekelilingmya. Pastikan ayam pemancing mental harus betul betul  jinak.


Semoga cara menjinakkan ayam hutan ini bermanfaat bagi semua penghobies hewan kesayangan.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel